Kematian adalah Mimpi yang panjang

Dalam kehidupan manusia hidup berarti terjaga dan mati adalah mimpi panjang panjang, dimana seseorang yang menjalani kehidupan harus selalu terjaga atau selalu terbangun serta ingat akan tujuan hidup kita. Kematian adalah proses dimana kita telah melalui segala keterjagaan yang panjang yang penuh dari segala macam pernik-perniknya, susah, senang,sedih, dan sakit. Keterjagaan yang terlalu lama akan membuat kita terlarut dalm suasana hati, yang kadang membuat kita tersesat dan tersandung, kelelahan fisik, fikiran, maupun rohani. Saat kita dalam keadaan terjaga kita bisa mengontrol segala yang kita lakukan, karena kita bisa berbuat dan menuruti hati serta keinginan. Dalam keadaan hidup kita seperti sebuah lampu yang menyala, dimana sinar lampu memancar kesegala arah, tetapi sebuah lampu apakah berarti bila di bamding dengan Matahari. Lampu yang paling terang sekalipun tak bisa menandingi Matahari, ini berarti kehebatan yang terdahsyat dari seseorang tak ada artinya di hadapan Tuhan. Mengapa disaat kita terjaga, saat dimana kita bisa berpikir, bertindak, kita selalu menginginkan hal yang lebih dari siapa atau apapun, kenapa justru sebaliknya kita itu tidak sadar diri dan benar-benar terjaga (dalam arti yang sesungguhnya) “Bahwa ada sinar lain yang lebih terang, Ada langit diatas langit”. Ini semua adalah hukum paradoks.

Maka istilah : Terjaga berarti Mati – Hidup berarti Mimpi.

Bingungkan …………. Ikuti lagi cerita ini

Kematian adalah mimpi panjang di setiap akhir episode kehidupan. Proses kelelahan yang lama setelah terjaga. Bila orang mati, maka dia akan terbangun di suatu tempat dan waktu yang tidak memungkinkan kita untuk berpikir, bertindak sesuai yang kita inginkan, layaknya mimpi yang tiada henti entah sampai kapan. Dalam mimpi kecenderungan yang kita lihat adalah 2 hal saja, yaitu Baik dan Buruk, tidak seperti waktu terjaga yang kita lihat adalah beribu ribu bahkan berjuta juta dan tidak terbatas lagi, segala hal termasuk baik dan buruk bercampur aduk. Diantara 2 pilihan itu, kita hanya bisa memilih satu saja, “Ya dan Tidak”. Bahkan untuk mengontrol dan memilihnya saja kita sulit.

Penjelasan :
Saat terjaga kita ingat akan mimpi.
Saat mimpi kita sama sekali tidak ingat kita terjaga.

Di saat kita mati yang lebih dekat dengan kita adalah Tuhan. Kita tidak perlu lampu lagi karena ada Matahari (seperti kiasan diatas). Kita tidak perlu hal yang lebih dari apa dan siapapun, karena sudah ada Tuhan.
Didalam kematian apa sich yang dicari ?
Jawabanya adalah : “ Tuhan ”
Nah, disini kita justru terjaga akan segala kebingungan-kebingungan kita yang tidak bisa kita kontrol, sadar akan arti kita itu kecil. Seperti kiasan di atas “ Bahwa ada sinar lain yang lebih terang, Ada langit di atas langit “ ini semua adalah hukum paradoks.

Maka istilah : Mimpi berarti Hidup – Mati berati Terjaga.

Susunan kalimat
( Terjaga berarti mati – hidup berarti Mimpi – Mimpi berarti Hidup – Mati berarti Terjaga ).

Kesimpulan

1. Terjaga berarti Mati : Kematian pikiran yang mendorong melakukan perbuatan-perbuatan yang keliru.
2. Hidup berarti Mimpi : Disaat seseorang menginginkan dirinya menjadi apapun atau siapapun yang melampui batas kemampuannya.
3. Mimpi berarti Hidup : Orang yang sedang sadar dalam hidupnya dan benar-benar mengerti arti sesungguhnya yang dia cari selama ini.
4. Mati berarti Terjaga : Bab akhir kematian dimana orang benar-benar sadar dan menerima segala kenyataan serta menerima segala konsekwensi selama hidupnya.

Keterangan urutan angka

1. Puncak dari segala kebimbangan.
2. Puncak dari segala ambisi.
3. Puncak dari segala kesadaran.
4. Puncak dari segala kepasrahan.

“ Masih bingung ? ……baca lagi dari awal, pelan-pelan aja “

Kesalahan orang-orang yang bertobat selama ini :
Pertobatan yang dilakukan berdasarkan dari rasa takut, orang cenderung hanya meminta perlindungan kepada Tuhan, dan meminta ampunanNya saja, tetapi tidak mencariNya.

“ ORANG TIDAK TAHU KAPAN SAATNYA MATI “
Jadilah orang biasa saja yang selalu berusaha baik kepada siapapun dan senantiasa menjalankan kewajiban kepada Tuhan.
“ Itu udah cukup ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: